Siapakah Marti Ahtisaari? Mungkin tidak begitu banyak orang yang mengenal nama Marti Ahtisaari. Namun nama ini seketika menjadi begitu terkenal karena Marti Ahtisaari adalah penerima penghargaan Nobel Perdamaian untuk tahun 2008.
Komite Nobel Norwegia telah memutuskan untuk memberikan penghargaan Nobel Perdamaian 2008 kepada Martti Ahtisaari atas usaha pentingnya selama lebih dari 30 tahun di beberapa benua untuk menyelesaikan konflik-konflik internasional. Usaha-usaha ini telah memberikan kontribusi dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan mewujudkan persaudaraan antar negara dalam semangat Alfred Nobel.
Martin Ahtisaari lahir di Viipuri, Finlandia pada tanggal 23 Juni 1937. Pria berkebangsaan Finlandia ini dinobatkan sebagai penerima Nobel Perdamaian pada tanggal 10 October 2008. Martin Ahtisaari yang pernah menjabat sebagai Presiden Finlandia, telah melanglang buana kemana-mana untuk mengupayakan penyelesaian konflik di seluruh dunia.
Selama masa tua nya, Pria yang bernama lengkap Martti Oiva Kalevi Ahtisaari merupakan presiden Finlandi periode 1 maret 1994 – 1 Maret 2000. Ia juga seorang diplomat atau Utusan Khusus dan mediator PBB urusan status Kosovo Martti Ahtisaari telah bekerja banyak demi perdamaian dan rekonsiliasi. Selama 20 tahun ke belakang, beliau telah mengembangkan usaha-usaha keras yang unik dalam memecahkan beberapa konflik serius dan berkepanjangan. Pada tahun 1989-1990, beliau mengambil bagian penting dalam pencapaian kemerdekaan negara Namibia;
Pada tahun 2005, beliau dan organisasinya Crisis Management Initiative (CMI) menjadi pihak netral atas solusi permasalahan Aceh yang telah sedemikian rumit. Pertama kali ia diminta untuk menengahi konflik Aceh pada Februari 2004, ia membutuhkan sekitar delapan bulan untuk menyelesaikan naskah kesepahaman Helsinki. Dan ia tampil sebagai aktor utama di balik penandatanganan perjanjian damai antara GAM dan pemerintah Indonesia pada 15 Agustus 2005. Atas perannya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama pada 18 Agustus 2006 di Istana Merdeka, Jakarta
Crisis Management Initiative (CMI) adalah organisasi independen dan non-profit yang secara inovatif mengangkat dan mengusahakan tercapainya keamanan yang berkelanjutan berkelanjutan (sustainable security). CMI bekerja untuk memperkuat kapasitas komunitas international di dalam penanganan krisis secara komprehensif dan resolusi konflik.
Pada tahun 1999 dan kemudian pada tahun 2005-2007, beliau mengusahakan solusi atas konflik utama dan situasi yang sulit di Kosovo. Beliau lah yang mempertemukan Viktor Chernomyrdin dengan Slobodan Milosevic untuk mengakhiri pertikaian di Kosovo pada tahun 1999.
Pada tahun 2008, melalu CMI dan dengan kerjasama dengan berbagai lembaga, Ahtisaari telah membantu untuk mencapai penyelesaian perdamaian atas problem-problem yang terjadi di Iraq. Beliau juga memberikan kontribusi konstruktif kepada resolusi atas berbagai konflik di Irlandia Utara, Asia Tengah, dan Horn of Afrika atau Northeast Afrika.
Meskipun Komite Nobel Norwegia memiliki tanggung jawab penting dalam menghindari perang dan konflik, lembaga ini telah memberikan penghargaan Nobel Perdamaian kepada mediator-mediator di dunia politik Internasional dalam berbagai kesempatan. Dan pada saat ini, Martti Ahtisaari adalah seorang mediator internasional yang luar biasa. Melalui seluruh usaha yang tak pernah kenal lelah dan hasil yang memuaskan, beliau telah menunjukkan bahwa peran seorang mediator, apapun bentuknya, dapat memegang peranan penting dalam resolusi konflik internasional. Komite Nobel Norwegia ingin menunjukkan semangat dan harapan agar kita semua dapat terinspirasi oleh kerja kerasnya dan pencapaiannya.
Komite Nobel Norwegia telah memutuskan untuk memberikan penghargaan Nobel Perdamaian 2008 kepada Martti Ahtisaari atas usaha pentingnya selama lebih dari 30 tahun di beberapa benua untuk menyelesaikan konflik-konflik internasional. Usaha-usaha ini telah memberikan kontribusi dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan mewujudkan persaudaraan antar negara dalam semangat Alfred Nobel.
Martin Ahtisaari lahir di Viipuri, Finlandia pada tanggal 23 Juni 1937. Pria berkebangsaan Finlandia ini dinobatkan sebagai penerima Nobel Perdamaian pada tanggal 10 October 2008. Martin Ahtisaari yang pernah menjabat sebagai Presiden Finlandia, telah melanglang buana kemana-mana untuk mengupayakan penyelesaian konflik di seluruh dunia.
Selama masa tua nya, Pria yang bernama lengkap Martti Oiva Kalevi Ahtisaari merupakan presiden Finlandi periode 1 maret 1994 – 1 Maret 2000. Ia juga seorang diplomat atau Utusan Khusus dan mediator PBB urusan status Kosovo Martti Ahtisaari telah bekerja banyak demi perdamaian dan rekonsiliasi. Selama 20 tahun ke belakang, beliau telah mengembangkan usaha-usaha keras yang unik dalam memecahkan beberapa konflik serius dan berkepanjangan. Pada tahun 1989-1990, beliau mengambil bagian penting dalam pencapaian kemerdekaan negara Namibia;
Pada tahun 2005, beliau dan organisasinya Crisis Management Initiative (CMI) menjadi pihak netral atas solusi permasalahan Aceh yang telah sedemikian rumit. Pertama kali ia diminta untuk menengahi konflik Aceh pada Februari 2004, ia membutuhkan sekitar delapan bulan untuk menyelesaikan naskah kesepahaman Helsinki. Dan ia tampil sebagai aktor utama di balik penandatanganan perjanjian damai antara GAM dan pemerintah Indonesia pada 15 Agustus 2005. Atas perannya itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama pada 18 Agustus 2006 di Istana Merdeka, Jakarta
Crisis Management Initiative (CMI) adalah organisasi independen dan non-profit yang secara inovatif mengangkat dan mengusahakan tercapainya keamanan yang berkelanjutan berkelanjutan (sustainable security). CMI bekerja untuk memperkuat kapasitas komunitas international di dalam penanganan krisis secara komprehensif dan resolusi konflik.
Pada tahun 1999 dan kemudian pada tahun 2005-2007, beliau mengusahakan solusi atas konflik utama dan situasi yang sulit di Kosovo. Beliau lah yang mempertemukan Viktor Chernomyrdin dengan Slobodan Milosevic untuk mengakhiri pertikaian di Kosovo pada tahun 1999.
Pada tahun 2008, melalu CMI dan dengan kerjasama dengan berbagai lembaga, Ahtisaari telah membantu untuk mencapai penyelesaian perdamaian atas problem-problem yang terjadi di Iraq. Beliau juga memberikan kontribusi konstruktif kepada resolusi atas berbagai konflik di Irlandia Utara, Asia Tengah, dan Horn of Afrika atau Northeast Afrika.
Meskipun Komite Nobel Norwegia memiliki tanggung jawab penting dalam menghindari perang dan konflik, lembaga ini telah memberikan penghargaan Nobel Perdamaian kepada mediator-mediator di dunia politik Internasional dalam berbagai kesempatan. Dan pada saat ini, Martti Ahtisaari adalah seorang mediator internasional yang luar biasa. Melalui seluruh usaha yang tak pernah kenal lelah dan hasil yang memuaskan, beliau telah menunjukkan bahwa peran seorang mediator, apapun bentuknya, dapat memegang peranan penting dalam resolusi konflik internasional. Komite Nobel Norwegia ingin menunjukkan semangat dan harapan agar kita semua dapat terinspirasi oleh kerja kerasnya dan pencapaiannya.

No comments:
Post a Comment